<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UstadzNet &#187; Geosains</title>
	<atom:link href="http://www.ustadz.net/kategori/geosains/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ustadz.net</link>
	<description>Learning is the only way to survive and grow</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 02:29:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Gunung  Sadahurip Bukan Bangunan Piramida; Perspektif Ilmu Kebumian</title>
		<link>http://www.ustadz.net/gunung-sadahurip-bukan-bangunan-piramida-perspektif-ilmu-kebumian.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gunung-sadahurip-bukan-bangunan-piramida-perspektif-ilmu-kebumian</link>
		<comments>http://www.ustadz.net/gunung-sadahurip-bukan-bangunan-piramida-perspektif-ilmu-kebumian.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 04:59:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus MU</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Geosains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ustadz.net/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pada tanggal 8 Januari 2012, Pak Sujatmiko &#8211; anggota IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) &#8211; melakukan ekspedisi kilat ke Piramida Gunung Sadahurip. Hasil temuan berdasarkan ilmu geologi dan kesimpulannya kemudian dituangkan dalam tulisan berikut. Terimakasih kepada pak Sujatmiko yang telah mengijinkan saya untuk menampikan tulisan tersebut di sini. (Update: tulisan ini telah dimuat di Pikiran [...]</p><p><a href="http://www.ustadz.net">UstadzNet - Learning is the only way to survive and grow</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tanggal 8 Januari 2012, Pak Sujatmiko &#8211; anggota IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) &#8211; melakukan ekspedisi kilat ke Piramida Gunung Sadahurip. Hasil temuan berdasarkan ilmu geologi dan kesimpulannya kemudian dituangkan dalam tulisan berikut. Terimakasih kepada pak Sujatmiko yang telah mengijinkan saya untuk menampikan tulisan tersebut di sini.</p>
<p><em>(Update: tulisan ini telah dimuat di Pikiran Rakyat tanggal 14 Januari 2012 dengan beberapa perubahan dan tanpa gambar).</em></p>
<p>==================</p>
<p>Gunung Sadahurip adalah sebuah gunung kecil terisolir yang   terletak di Desa Sukahurip , Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut. Tingginya yang  1463 meter di atas permukaan laut, membuat gunung mungil ini tampak menyolok di kejauhan, begitu kita memasuki Kecamatan Wanaraja dari arah Garut . Bentuknya yang mirip dengan bangunan piramida, ditambah dengan mitos penduduk setempat tentang keanehan dan keangkerannya, apalagi diperkuat oleh bisikan-bisikan ghoib, membuat <strong>Yayasan Turangga Seta</strong> yakin bahwa G. Sadahurip adalah sebuah piramida budaya yang dibangun oleh nenek moyang kita.</p>
<p>Keyakinan mereka kemudian dituangkan dalam suatu hipotesa yang menyimpulkan bahwa selain di G. Sadahurip, terpendam bangunan piramida budaya di gunung-gunung berbentuk piramida lainnya di Jawa Barat  antara lain G. Kaledong dan G. Haruman ,  keduanya di Garut, dan G. Lalakon di Bandung. Hipotesa mereka ini  tentu saja mengundang kontroversi khususnya bagi kalangan ilmuwan kebumian mengingat geomorfologi model piramida yang merupakan produk dari proses geologi dan gunung api  sangat umum ditemukan di banyak penjuru dunia.</p>
<p><span id="more-800"></span>Walaupun demikian , berkat semangat dan kemahiran Yayasan Turangga Seta dalam menyosialisasikan hipotesanya dan memanfaatkan nama besar dari beberapa pakar ilmu kebumian yang di awal penelitian mereka ikut berpartisipasi, maka akhirnya <strong>Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana</strong> di Binagraha terpancing untuk ikut nimbrung melalui  tim bentukannya yaitu <strong>Tim Bencana Katastropik Purba</strong>. Tim inilah yang beberapa waktu lalu mengklaim telah menemukan  Piramida Sadahurip,  yang selain  tertinggi  dan terbesar di dunia,  juga tertua  yaitu lebih dari 6000 tahun sebelum Masehi.</p>
<p>Pernyataan-pernyataan lainnya yang tak kalah  kontroversialnya kemudian dilemparkan ke masyarakat luas antara lain tentang temuan  pintu masuk ke ruang piramida di perut G. Sadahurip , dan yang terakhir tentang kehebatan para pendiri piramida yang diyakini telah mampu memindahkan seluruh kandungan batuan yang sebelumnya menyusun lembah Batu Rahong untuk dijadikan bahan bangunan Piramida Sadahurip.</p>
<p>Pernyataan terakhir ini yang sebetulnya dapat dijelaskan dengan konsep ilmu rupa bumi atau geomorfologi  mengindikasikan bahwa Tim Bencana Katastropik Purba  tidak dilengkapi dengan tenaga ahli kebumian yang mumpuni, yang selain dapat membaca dan menerjemahkan gejala alam yang telah dan sedang terjadi, juga dapat menjaga martabat dan kehormatan institusi kepresidenan yang seharusnya selalu kita  junjung tinggi.</p>
<h2>Gunung Sadahurip asli bentukan alam</h2>
<p>Kepastian bahwa G. Sadahurip  merupakan bentukan alam murni tanpa campur tangan manusia, apalagi tenaga ghoib, didapat setelah penulis melakukan pengamatan geologi langsung di lapangan pada tanggal  8 Januari 2012. Dalam kegiatan ini tim penulis didukung  dan dikawal oleh Dan Ramil 1103 Wanaraja Garut,  Kapten TNI Didi Suryadi beserta beberapa orang anggotanya , dan   Sekretaris Desa Sukahurip, Bapak  Syarip Hidayat. Target pengamatan pertama adalah morfologi G. Sadahurip yang tampak simetris sempurna dari arah Wanaraja, tetapi ternyata menjadi  tidak simetris dari arah selatan / Kampung Cicapar.</p>
<div id="attachment_803" class="wp-caption alignnone" style="width: 570px"><img class="size-medium wp-image-803" title="Gunung Sadahurip tidak berbentuk piramida dilihat dari Cicapar" src="http://www.ustadz.net/wp-content/uploads/2012/01/Gunung-Sadahurip-tidak-berbentuk-piramida-dilihat-dari-Cicapar-560x420.jpg" alt="Gunung Sadahurip tidak berbentuk piramida dilihat dari Cicapar" width="560" height="420" /><p class="wp-caption-text">Gunung Sadahurip tidak berbentuk piramida dilihat dari Cicapar</p></div>
<p>Pengamatan selanjutnya difokuskan kepada fenomena geologi yang ditemukan di sepanjang perjalanan , dari mulai Kampung Cipacar sampai ke puncak G. Sadahurip dan kemudian  turun ke Kampung Sokol. Singkapan batuan yang ditemukan berupa batuan beku andesit dalam bentuk aliran lava dan batuan intrusif yang masif ,  yang di beberapa tempat melapuk meninggalkan  struktur kulit bawang atau kekar tiang.</p>
<div id="attachment_804" class="wp-caption alignnone" style="width: 570px"><img class="size-medium wp-image-804" title="Pelapukan mengulit bawang di lereng Sadahurip dengan batuan asli kolom-kolom andesitis" src="http://www.ustadz.net/wp-content/uploads/2012/01/Pelapukan-mengulit-bawang-di-lereng-Sadahurip-dengan-batuan-asli-kolom-kolom-andesitis-560x420.jpg" alt="Pelapukan mengulit bawang di lereng Sadahurip dengan batuan asli kolom-kolom andesitis" width="560" height="420" /><p class="wp-caption-text">Pelapukan mengulit bawang di lereng Sadahurip dengan batuan asli kolom-kolom andesitis</p></div>
<p>Selain dari itu, ditemukan juga batuan piroklastika hasil kegiatan gunung api yang kebanyakan telah lapuk . Dengan  variasi batuan semacam ini yang sangat umum ditemukan  di morfologi gunung  berbentuk piramida,  maka dapat disimpulkan  bahwa G. Sadahurip  adalah  sebuah gunung api  kecil yang utuh dengan bentuk menyerupai piramida. Fenomena semacam ini oleh van Bemmelen disebut sebagai <strong><em>lava dome</em></strong><em> (</em><em>The Geology of Indonesia, 1949</em>) dan oleh Arthur Holmes sebagai <strong><em>cumulo dome</em></strong><em> </em>(Principles of Physical Geology, 1984).</p>
<p>Metode penelitian geologi sederhana yang penulis uraikan ini sebetulnya merupakan materi kuliah Geologi Dasar di seluruh Fakultas  Geologi di Indonesia yang  seharusnya dipertimbangkan oleh Tim Bencana Katastropik Purba dalam melaksanakan penelitiannya.  Dengan demikian maka pemakaian beragam peralatan super canggih seperti  geolistrik superstring, georadar, foto satelit 3 D – IFSAR resolusi 5 meter, dan bahkan penentuan umur dengan metode Karbon C-14 atau <em>radiocarbon dating</em> yang tentunya telah menguras dana dan tenaga yang tidak kecil akan dapat dihindari.</p>
<h2>Antara bisikan ghoib dan pertimbangan ilmiah</h2>
<p>Dalam wawancaranya dengan VIVAnews pada tanggal 15 Februari 2011, Yayasan Turangga Seta yang didirikan sekitar tahun 2004 mengakui bahwa metode penelitian yang  mereka terapkan banyak didasarkan atas  kepekaan beberapa anggotanya terhadap kehadiran ghoib yang mereka sebut sebagai <strong><em>parallel existence</em></strong><em> </em>(penulis menyebutnya sebagai bisikan ghoib). Mereka terkesan bangga menyebut timnya sebagai <strong><em>MIT</em></strong> atau <strong><em>Menyan Institute of Technology</em></strong> dengan argumentasi bahwa dalam melakukan perburuan situs prasejarah , yang mungkin dengan ritual pembakaran kemenyan untuk mengundang roh, mereka kadang-kadang mendapat sokongan informasi lokasi dari <strong><em>informan tak kasatmata</em></strong> (VIVAnews, 17 Maret 2011).</p>
<p>Dengan keyakinan semacam itu maka dapat dimengerti mengapa dalam sosialisasi pertamanya di hadapan Wagub Jabar tanggal 3 Maret 2011, Yayasan Turangga Seta terkesan kurang senang ketika penulis dan  Drs. Lutfi Yondri M.Hum., pakar arkeologi dari Balar Bandung, memberikan masukan ilmiah , padahal  maksudnya agar Yayasan Turangga Seta yang sebagian besar anggotanya masih muda-muda dapat lebih berhati-hati , baik dalam melakukan penelitian ataupun dalam prosedur dan perizinannya  (sesuai dengan  isi Undang-Undang Cagar Budaya No. 11 Tahun 2010).</p>
<p>Masukan serupa tetapi sedikit lebih keras diberikan lagi kepada perwakilan Yayasan Turangga Seta ketika memperkenalkan  hipotesanya di Jurusan Tambang ITB pada tanggal 6 Mei 2011 yang dihadiri juga oleh penulis dan Drs. Lutfi Yondri M.Hum. Pernyataan mereka ketika itu cukup tegas bahwa mereka lebih percaya kepada  bisikan ghoib atau <em>parallel existence</em> dari pada pertimbangan ilmiah.</p>
<p>Selain peringatan secara langsung, sanggahan melalui media internet dan media cetak dilayangkan juga  antara lain oleh Mang Okim (milis IAGI   20 Maret 2011 : <em>Piramida G. Lalakon di Bandung, Akhir Sebuah Harapan</em>),  Dr. Ir. Budi Brahmantyo M.Sc. (PR 3 Agustus 2011: <em>Gunung Lalakon, Sebuah Karya Alam</em>), dan lain-lain. Artikel dan tulisan berikut lampiran gambar-gambar yang menjelaskan dan menyanggah hipotesas piramida tersebut dan telah dikutip oleh Google,  dipastikan telah dibaca juga oleh Yayasan Turangga Seta.</p>
<p>Selain dari itu, beberapa pakar geologi terkemuka di Indonesia yang pada awalnya mendampingi dan mendukung secara sukarela penelitian mereka, kemudian menarik diri setelah menyadari adanya penyimpangan metode dan arah penelitian mereka dari kaidah-kaidah ilmu kebumian yang baku (pengakuan Dr.Ir.Danny Hilman M.Sc. di Nasional, 4 April 2011, dan bantahan keras Dr.Ir. Andang Bachtiar M.Sc. di FB karena nama dan reputasinya  dimanfaatkan secara tidak benar). Dengan adanya sanggahan dan bantahan dari para pakar tersebut, maka sungguh sulit dimengerti bahwa Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana justru terpengaruh dan bahkan mendukung penuh kegiatan eksplorasi dan penggalian arkeologi yang di beberapa lokasi diketahui melanggar ketentuan dan prosedur yang digariskan dalam  Undang-Undang RI No. 11 Tahun 2010 .</p>
<h2>Pelajaran berharga bagi kita semua</h2>
<p>Gencarnya issue tentang Piramida G. Sadahurip ini , yang oleh masyarakat Garut diartikan sebagai adanya bangunan piramida dan/atau kandungan harta karun di perut G. Sadahurip, membuat  aparat Kecamatan Pangatikan dan Desa Sukahurip di Garut menjadi sibuk luar biasa. Selain karena membanjirnya para pengunjung ke puncak G. Sadahurip  sejak sekitar 6 bulan terakhir , yang ketika penulis mendaki gunung ini pada tanggal 8 Januari 2012 jumlahnya mencapai lebih dari 200 orang, beberapa instansi terkait dan Pemkab Garut tentunya tak kalah sibuknya melayani permintaan dan pertanyaan para pejabat di Jakarta tentang issue piramida tersebut.</p>
<div id="attachment_805" class="wp-caption alignnone" style="width: 570px"><img class="size-medium wp-image-805" title="Wisatawan yg penasaran isu piramida melewati lereng Sadahurip dengan lapisan lava andesitis" src="http://www.ustadz.net/wp-content/uploads/2012/01/Wisatawan-yg-penasaran-isu-piramida-melewati-lereng-Sadahurip-dengan-lapisan-lava-andesitis-560x420.jpg" alt="Wisatawan yg penasaran isu piramida melewati lereng Sadahurip dengan lapisan lava andesitis" width="560" height="420" /><p class="wp-caption-text">Wisatawan yg penasaran isu piramida melewati lereng Sadahurip dengan lapisan lava andesitis</p></div>
<p>Hikmah dari semua itu adalah meningkatnya minat masyarakat dan para pelajar untuk mendaki sampai ke puncak G. Sadahurip melalui jalan setapak dan lereng terjal yang tidak ringan. Untuk melayani pengunjung, paling sedikit tiga warung jajanan  telah dibangun mendadak  oleh penduduk setempat di lereng G. Sadahurip. Hal ini memberikan indikasi bahwa masyarakat sangat mendambakan sarana wisata minat khusus yang sebetulnya bisa diciptakan oleh para pemangku kekuasaan kalau mau.</p>
<p>Sehubungan dengan itu, maka walaupun G. Sadahurip bukan bangunan piramida budaya, alangkah baiknya kalau minat masyarakat khususnya para remaja dan pelajar yang dengan semangat pantang menyerah mendaki sampai ke puncak G. Sadahurip dapat dipertahankan. Dengan anggaran yang tidak seberapa dan bahkan melalui kerja gotong royong, jalan ke puncak G. Sadahurip dapat diatur dengan membuat  tangga-tangga sederhana. Pemandangan alam dilihat dari puncak G. Sadahurip sungguh luar biasa antara lain G. Kaledong dan  G. Haruman serta  beberapa gunung lainnya yang bentuk piramidanya  tak kalah indahnya dari G. Sadahurip.</p>
<div id="attachment_806" class="wp-caption alignnone" style="width: 570px"><img class="size-medium wp-image-806" title="Kerucut Gunung Kaledong dan Gunung Haruman yg merupakan sisa-sisa gunung api purba, juga disangka piramida Segede ituuu" src="http://www.ustadz.net/wp-content/uploads/2012/01/Kerucut-Gunung-Kaledong-dan-Gunung-Haruman-yg-merupakan-sisa-sisa-gunung-api-purba-juga-disangka-piramida-Segede-ituuu-560x420.jpg" alt="Kerucut Gunung Kaledong dan Gunung Haruman yg merupakan sisa-sisa gunung api purba, juga disangka piramida Segede ituuu" width="560" height="420" /><p class="wp-caption-text">Kerucut Gunung Kaledong dan Gunung Haruman yg merupakan sisa-sisa gunung api purba, juga disangka piramida Segede ituuu???</p></div>
<p>Dan kepada Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, pesan moral yang kiranya perlu disampaikan adalah agar tidak terjun terlalu jauh dalam masalah-masalah  yang sebetulnya dapat dilakukan oleh lembaga dan instansi serta institusi pendidikan terkait. Alangkah ironisnya bahwa hilangnya bangunan sangat penting di puncak G.Sadahurip yaitu beton Trianggulasi T 74 yang dibongkar karena dikira mengandung harta karun, lepas dari perhatian, padahal hukuman bagi pencurinya di zaman kolonial Belanda begitu berat.</p>
<p><strong>Bandung, 12 Januari 2012,</strong><br />
<strong>Sujatmiko</strong><br />
Pengurus IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) dan Sekjen KRCB (Kelompok Riset Cekungan Bandung)</p>
<p>==================</p>
<p>Tulisan ini telah dimuat di harian Pikiran Rakyat pada tanggal 14 Januari 2012 dengan beberapa perubahan dan tanpa gambar.</p>
<p><a href="http://www.ustadz.net/wp-content/uploads/2012/01/gunung_sadahurip_bukan_paramida_pikiran_rakyat.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-807" title="gunung_sadahurip_bukan_paramida_pikiran_rakyat" src="http://www.ustadz.net/wp-content/uploads/2012/01/gunung_sadahurip_bukan_paramida_pikiran_rakyat-560x523.jpg" alt="gunung_sadahurip_bukan_paramida_pikiran_rakyat" width="560" height="523" /></a></p>
<p><a href="http://www.ustadz.net">UstadzNet - Learning is the only way to survive and grow</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ustadz.net/gunung-sadahurip-bukan-bangunan-piramida-perspektif-ilmu-kebumian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Halo seismik&#8230;</title>
		<link>http://www.ustadz.net/halo-seismik.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=halo-seismik</link>
		<comments>http://www.ustadz.net/halo-seismik.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 09:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus MU</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seismik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ustadz.net/?p=669</guid>
		<description><![CDATA[<p>Banyak yang pada nanya, saya ini kurang sekali nulis tentang islam dan geosains yach? Maaf deh, sebenarnya banyak banget yang bisa ditulis, cuma ya gitu, apa daya cuma punya waktu 24jam sehari&#8230; maaph&#8230; ini mungkin karena kebiasaan saya yang selalu perfeksionis, maunya serba komplit kalau mau nulis, jadinya ya gini deh, gak pernah ada yang [...]</p><p><a href="http://www.ustadz.net">UstadzNet - Learning is the only way to survive and grow</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang pada nanya, saya ini kurang sekali nulis tentang islam dan geosains yach? Maaf deh, sebenarnya banyak banget yang bisa ditulis, cuma ya gitu, apa daya cuma punya waktu 24jam sehari&#8230; <img src='http://www.ustadz.net/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#45;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#45;&#40;' /> maaph&#8230;</p>
<p>ini mungkin karena kebiasaan saya yang selalu perfeksionis, maunya serba komplit kalau mau nulis, jadinya ya gini deh, gak pernah ada yang selesai malahan&#8230;</p>
<p>berhubung twitter mulai ngetren, maka saya akan mencoba menulis banyak postingan pendek tentang islam dan geosains. gapapa deh klo ga terlalu mendetail dan komplit, yang penting, ada ilmu baru tiap hari deh&#8230;</p>
<p>korban pertama saya adalah seismik. Ya, karena seismik <span style="text-decoration: line-through;">refleksi</span> merupakan salah satu metode geofisika yang hingga saat ini paling ampuh digunakan dalam kegiatan eksplorasi migas.</p>
<p><em>say hello to seismik</em> <img src='http://www.ustadz.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#45;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#45;&#41;' /></p>
<p><a href="http://www.ustadz.net">UstadzNet - Learning is the only way to survive and grow</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ustadz.net/halo-seismik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Luncheon Talk HAGI &#8220;Waveform Tomography&#8221;</title>
		<link>http://www.ustadz.net/luncheon-talk-hagi-waveform-tomography.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=luncheon-talk-hagi-waveform-tomography</link>
		<comments>http://www.ustadz.net/luncheon-talk-hagi-waveform-tomography.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 16:01:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus MU</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Geosains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ustadz.net/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[<p>Minggu lalu, tepatnya tanggal 29 Januari 2009, saya mengikuti acara Luncheon Talk HAGI bersama teman-teman dari kantor (Elnusa). Topik kali ini adalah Wvaeform Tomography yang dibawakan oleh Khairul Umam dari WAVIV. Khairul Umam ini sendiri merupakan the Best Oral Presenter pada PIT HAGI 2008 Bandung dimana saya menjadi koordinator Judge pada acara tersebut. Apa itu [...]</p><p><a href="http://www.ustadz.net">UstadzNet - Learning is the only way to survive and grow</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu lalu, tepatnya tanggal 29 Januari 2009, saya mengikuti acara Luncheon Talk HAGI bersama teman-teman dari kantor (Elnusa). Topik kali ini adalah Wvaeform Tomography yang dibawakan oleh Khairul Umam dari WAVIV. Khairul Umam ini sendiri merupakan the Best Oral Presenter pada PIT HAGI 2008 Bandung dimana saya menjadi koordinator Judge pada acara tersebut.</p>
<div id="attachment_554" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-554" title="waveform-tomography" src="http://www.ustadz.net/wp-content/uploads/2009/01/waveform-tomography.jpg" alt="Luncheon Talk HAGI &quot;Waveform Tomography&quot;" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Luncheon Talk HAGI &quot;Waveform Tomography&quot;</p></div>
<p>Apa itu Waveform Tomography?</p>
<p><span id="more-553"></span>Saya copy &amp; paste dari web WAVIV di <a href="http://waviv.com/web/?page_id=36" target="_blank">halaman berikut</a>:</p>
<div class="entry">
<blockquote><p><strong>Waveform Tomography (Wavetomo)</strong> is a new class of tomography using full-waveform inversion technique.</p>
<p><a href="http://waviv.com/web/wp-content/uploads/2008/11/vel-model.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-84" title="Accurate Velocity Profile" src="http://waviv.com/web/wp-content/uploads/2008/11/vel-model-300x84.jpg" alt="" width="300" height="84" /></a><a href="http://waviv.com/web/wp-content/uploads/2008/11/webinterface.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-97" title="Web Interface" src="http://waviv.com/web/wp-content/uploads/2008/11/webinterface-300x190.jpg" alt="" width="300" height="190" /></a><br />
<strong><br />
Waveform Tomography</strong>, with novel inversion algorithm and the advent of computer processing power, give higher resolution velocity profile than Traveltime Tomography, the current standard method. High resolution result can detect low velocity zones and high attenuation zones easily, make it possible as direct prospecting tool.</p>
<p>The main benefits are :</p>
<ul>
<li><strong>Easier.</strong> Wavetomo is direct prospecting solution, give you easier interpretation using colorful images.</li>
<li><strong>Better.</strong> Wavetomo exploits all waveform data, give you more comprehensive and objective information.</li>
<li><strong>Faster.</strong> Wavetomo, using sophisticated algorithm and powerful parallel processing, gives result in few hours. Let you make decision quickly.</li>
</ul>
<p>From crustal to cross-hole, refraction to reflection, 2D-3D-4D, migration velocity to direct prospecting, wavetomo wide applications give you :</p>
<ul>
<li>More opportunities</li>
<li>Less risks</li>
<li>Time Saving</li>
</ul>
<div id="PAS34z"><span id="PAS33z">Waviv WaveTomo uses a novel iterative Helmholtz solver, invented by Yogi A. Erlangga. Erlangga is distinguished member and technical advisor of Waviv Technologies.</span><a href="http://waviv.com/web/wp-content/uploads/2008/11/erlangga.jpg"><img title="Erlangga" src="http://waviv.com/web/wp-content/uploads/2008/11/erlangga.jpg" alt="" width="87" height="110" align="right" /></a></div>
<div><strong><br />
Compliment</strong></div>
<div>Funded by Shell and SenterNovem, Erlangga’s research is pure mathematics. It all centres on the so-called Helmholtz equation. Solving this is important in interpreting the acoustic measurements taken when prospecting for oil. Sound waves are transmitted into the ground and their reflections recorded as they return to the earth’s surface. Analysis of this data enables specialists to locate oil deposits.<span id="PAS26z">Solving the Helmholtz equation requires huge arithmetical capacity. As part of his PhD research, Erlangga has succeeded in making the method of calculation used to solve the Helmholtz equation <span style="text-decoration: underline;">a hundred times  faster</span>. And that finally makes it possible for firms like Shell to use 3D calculations when prospecting for oil. So it seems highly likely that oil companies will express an interest in exploiting Erlangga’s work.</span></div>
<div id="PAS30z"><span id="PAS29z">“Given the responses we have had from industry  and foreign universities, </span><span id="PAS29z">we  believe that <span style="text-decoration: underline;">a thirty-year-old problem has been solved</span> in this  work.</span><span id="PAS29z">” says Dr Kees Vuik</span></div>
<div id="PAS32z"><span id="PAS31z"> Erlangga’s PhD superviso<em>r Delft University of Technology. Press Release,  Dec 2005</em></span></div>
</blockquote>
<div><span>Jadi, boleh dibilang Waveform Tomography ini perpaduan antara Basic &amp; Advanced Processing. <em>Basic</em> karena Waveform Tomography bisa bermanfaat untuk menghasilkan velocity map yang lebih akurat sehingga bisa digunakan untuk &#8220;mempercantik&#8221; hasil migrasi seismik. <em>Advanced</em> karena bisa sekaligus digunakan untuk mempelajari <em>medium properties</em>. Untuk hal yang satu ini, saya rasa masih perlu perjalanan panjang karena hasilnya masih kualitatif, belum kuantitatif.</span></div>
<div><span><br />
</span></div>
<div><span>Oke, saya tidak akan terlalu membahas urusan teknisnya, bisa panjang jika ditulis di sini. Saya hanya ingin mempertegas beberapa point penting yang saya peroleh setelah mengikuti acara ini.</span></div>
<div>
<ol>
<li><span>Aplikasi Waveform Tomography di dunia seismik dilandasi oleh pemanfaatan </span><span id="PAS26z"><em>Helmholtz solver</em> yang ditemukan oleh Erlangga, putra asli Indonesia yang hasilnya diakui oleh para ahli di dunia. Hal ini membuktikan bahwa orang Indonesia sama pintarnya dengan ahli-ahli di belahan bumi lainnya (asal mau belajar tentunya).</span></li>
<li><span id="PAS26z">Khairul Umam adalah orang penerbangan (dosen penerbangan ITB). Dia hanya baru belajar Geofisika setahun dan dia bisa menunjukkan bahwa dia &#8220;mampu&#8221;. Hal ini membuktikan bahwa ilmu adalah universal dan bisa dipelajari oleh siapa saja (asal ada ketekunan dan kerja keras tentunya).<br />
</span></li>
<li><span id="PAS26z">WaveTomo (produk Waveform Tomography) adalah produk asli Indonesia. Jelas hal ini cukup membanggakan bangsa ini, terutama di bidang Geofisika. Saya yakin banyak teman-teman di Geofisika yang sudah berkreasi dan menghasilkan produk-produk yang sebenarnya bisa diterapkan di industri. Saya berharap mereka-mereka ini bisa segera &#8220;muncul&#8221;</span></li>
</ol>
</div>
</div>
<p><a href="http://www.ustadz.net">UstadzNet - Learning is the only way to survive and grow</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ustadz.net/luncheon-talk-hagi-waveform-tomography.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

