kalau saya buka sekolah (internet) online, ada yang mau daftar?
Masih saja banyak orang mencoba menghubungi saya via email/komentar, menanyakan berbagai hal termasuk bagaimana cara membuat mesin uang lewat internet. Hellow… Saya ini bukan master layaknya teman-teman yang saya kagumi seperti Cosa Aranda, Brokencode, Bayumukti, Isnaini (yang bentar lagi mau nikah), Ronys, Pogung, dan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Merekalah orang2 hebat yang sudah terbukti hasilnya dalamnya berbisnis online. Kalau saya sich sampai sekarang masih sebatas hobi, mengisi waktu luang saja, toh gaji di kantor masih cukup buat keperluan sehari-hari, yang penting kan ndak punya hutang toh
Tapi lama-lama, saya jadi nggak enak juga, ntar dibilang saya pelit lagi… Bukannya pelit, tapi mengajarkan sesuatu kan ndak bisa dalam waktu sekejap langsung bisa, atau mengajarkan sepotong-potong melalui tutorial-tutorial pendek yang kadang ndak nyambung satu sama lainnya. Kalaupun ingin mengajar, saya ingin mengajarkan sesuatu yang utuh, runut, dari awal sampai akhir, pokoknya dijamin bisa gitu deh…
Ya, sama dengan belajar memaknai Alquran, kita ndak boleh memaknainya sepotong-potong, harus utuh, karena ayat-ayat Alquran itu berkaitan satu sama lainnya. Kalau cuma sepotong-potong, akhirnya ya maknanya jadi kabur, melenceng ndak jelas kemana-mana. Ga heran jika kemudian banyak aliran “sesat” gara-gara salah memaknai Alquran dengan benar.
Boleh dibilang, sekali lagi, saya bukan master seperti teman-teman di atas, tapi saya punya ilmunya (walau ndak terlalu advance lah…). Dan seperti yang sudah kita semua tahu, ilmu itu kalau tidak diamalkan pasti cepat luntur dengan sendirinya. Akhirnya terpikir deh buat saya untuk membuat sekolah online.
Nah, kalau saya buka sekolah online, ada yang mau daftar?
Siap siap…
Maret adalah bulan yang cukup spesial buat saya
Gak ada hubungannya sich, cuma pengen bikin blog ini jadi lebih rame aja setelah ini… Ada apa gerangan? Tunggu saja :-p
Baru selesai bikin cover buku, bagus gak ya?

Cover Ebook Panduan Paypal (Basic)
Sesuatu yang FREE tidak selalu berarti GRATIS!
“ck.ck..ck…apa2 kok harus bayar..huh..dasar..dasar otak kapitalis…see my blog…blog tu hrus gratis!!!”
Komentar itu saya terima hari ini di blog berbahasa inggris yang saya gunakan untuk berjualan desain blog (mungkin sudah banyak yang tahu alamatnya). Di blog tersebut saya juga memberikan beberapa desain blog gratis, tidak hanya jualan saja. Yang bikin gatel, ini orang nulis komen bahasa Indonesia di blog berbahasa Inggris, dan apakah jualan desain blog cukup untuk membuktikan saya mempunyai otak kapitalis? Hmmm…
Saya tidak menyalahkan orang itu, biarkan saja dia berkomentar seperti itu, ndak perlu saya tanggapi. Saya cuma jadi ingat masa-masa awal saya terjun di dunia blog. Awalnya, saya membuat blog dengan WordPress gratisan saat masih menjadi pengangguran setelah lulus kuliah. Bikin blognya di WordPress.com sich gratis, tapi tetap saja saya harus keluar duit untuk mampir ke warnet. Tidak puas, saya pun kemudian ingin merasakan self-hosted WordPress. Script WordPressnya sich bisa didownload gratis di WordPress.org, tapi tetap saja saya harus lagi-lagi keluar duit untuk membeli domain ustadz.net dan hostingnya. Setelah trafik pengunjung lumayan tinggi, hosting biasa pun mulai bermasalah, akhirnya lagi-lagi saya harus menyewa hosting yang lebih mahal di luar negeri.
Pengalaman itulah yang membuat saya kembali sadar, bahwa sesuatu yang FREE tidak selalu berarti GRATIS! Begitulah kenyataan di dunia Open Source, misalnya saja Linux adalah FREE, namun kita perlu keluar duit juga untuk beli CD/DVD Linux atau biaya internet untuk downloadnya. Semuanya selalu begitu, bahkan yang namanya Sekolah Gratis pun tidak sepenuhnya gratis, masih saja ada uang yang harus dikeluarkan untuk makan, beli buku tulis, dan juga seragam. Jadi ya gak salah jika ada pepatah jawa jaman dulu yang mengatakan “Jerbasuki mawa bea”. Ilmu dan pendidikan adalah sesuatu yang FREE, namun kita perlu usaha dan biaya untuk meraihnya, jangan bergantung pada GRATISAN melulu!
Kembali ke topik semula, saya jadi kembali ingat juga masa-masa awal ngeblog, saat itu rasanya masih baru, rasanya ingin banget berbagi segala yang saya tahu tentang blog dan internet. Setiap mendapatkan ilmu baru, langsung ingin saya posting di blog. Dan itulah masa-masa mengasikkan ketika awal-awal menjadi seorang newbie. Selanjutnya berburu pertamax di blog orang lain untuk menambah jumlah komentar di blog kita sendiri. Pengen juga tahu rasanya jadi seleb blog deh, halah…
Ya begitulah, namun kelamaan ada rasa jenuh juga. Apalagi jika sudah ada beberapa hal yang ndak enak di hati. Misalnya saja kita nulis tutorial, eh banyak orang yang seenaknya copy paste tulisan kita tanpa permisi dan mengakui itu sebagai tulisannya. Misalnya saja kita bikin beberapa template gratis, eh banyak orang yang dengan seenaknya menghapus link di footer tanpa rasa ingin menghargai hasil karya kita. Saya sich easy going dengan hal itu, namun sebagai manusia biasa, pastilah minimal terbersit pertanyaan di hati, “koq mereka gitu sich?” Apalagi jika pelakunya kebanyakan adalah teman satu bangsa sendiri, Indonesia.
Saya sudah pernah mengalami masa itu, dan saya menganggap hal itu sebagai fase penting dalam perjalanan ngeblog. Kejenuhan itu ibarat kita yang selama ini jadi ulat dan ingin beristirahat sejenak menjadi kepompong. Saat-saat itulah kita merenung sejenak dan berpikir, mau dibawa kemana blog kita ini. Apakah kita akan meneruskan obsesi menjadi seleb blog dengan tulisan yang ancur, apa adanya, dan selalu menjadi kontroversi? Apakah kita akan menjadikan blog kita menjadi full time blogger, menjadikan blogger sebagai mata pencaharian? Apakah kita akan memanfaatkan blog untuk ekspansi bisnis kita? Atau malah kita akan menutup blog kita sendiri? Kita lah yang menentukan warna dari sayap kupu-kupu hasil metamorfosis blog kita.
Begitu juga dengan saya, saya berharap bisa menjadi kupu-kupu dengan sayap berwarna-warni, tidak hanya satu warna. Saya punya blog pribadi di sini. Saya punya blog untuk berbisnis desain blog. Saya punya blog untuk menulis hal-hal tentang pendidikan. Dan saya punya blog yang ancur-ancuran juga. Hahaha…
Halah, tulisannya semakin ngelantur dan tidak jelas arahnya… :-p
Sekarang saya ingin tanya kepada teman-teman semua, apakah tulisan saya ini membuat kalian berpikir bahwa saya ini berotak kapitalis? Waduh, mau beresin Ebook yang tertunda-tunda, eh malah laptop kesayangan terkena virus yang menyebalkan!!!
Page Rank 0 (NOL) – Siapa Takut?
Mungkin baru beberapa orang saja yang memperhatikan jika blog kesayangan saya ini punya page rank 0 (NOL). Silahkan saja cek sendiri di sini atau di sini kalau ndak percaya
. Khawatir? tidak lah ya… Malah seneng dech ^_^
Kenapa koq bisa turun jadi 0 (NOL)? Padahal kan sebelumnya punya page rank 4? Alasannya simpel ajah, gara-gara saya merubah alamat blog ini dari http://ustadz.net ke http://www.ustadz.net
Usulan Nama Domain untuk Sekolah Online saya
Keputusan saya untuk kuliah S2 Geofisika UI membawa konsekuensi yang cukup besar dalam aktivitas saya sehari-hari. Banyak rencana yang terpaksa harus di-pending karena kesibukan kuliah. Banyak juga email yang tidak terbalas, bukan karena sombong, tapi memang belum ada waktu khusus untuk membalasnya. Mohon dimaafkan yach…
Bahkan rencana menulis Ebook Gratis pun baru Ebook Paypal saja yang sudah terrealisasi… Mohon dimaklumi ya temans…
Bulan Desember ini merupakan penghujung semester pertama di kuliah saya. Jadi, setelah UAS selama 2 minggu ke depan ini selesai, saya bisa fokus menyelesaikan rencana yang tertunda, terutama rencana menyelenggarakan Sekolah Online saya. Yang jelas, konsepnya tidak akan berubah, sekolah online dengan biaya sukarela, sehingga bisa saling subsidi silang satu dan lainnya.
Oleh karena itu, saya mohon usulan dari teman-teman semua, kira-kira nama domain apakah yang cocok dan masih available untuk sekolah online saya ini? Ataukah saya cukup pakai domain ini saja? Mohon sarannya ya. Saran terbaik akan mendapatkan hadiah spesial dari saya saat sekolah online ini dibuka.
Lalu kapan sekolah online ini akan dibuka? Insyaallah bulan Januari 2010.