Pagerank UstadzNet koq naik dari 3 ke 6?

Pagerank UstadzNet 6 by http://checkpagerank.net/
Minggu lalu Google Pagerank blog yang tidak pernah di-update ini cuma 3 (TIGA). Eh… kemarin iseng ngecek lagi koq tiba-tiba berubah jadi 6…
Koq bisa ya?
Upgrade Otomatis ke WordPress 3.0
barusan upgrade ke WP 3.0, sekali click selesai deh…
saya cek theme yang saya gunakan, dan ternyata tidak ada masalah tuh, semuanya aman2 saja…
apakah kalian semua sudah update ke WP 3.0?
Seri: Susahnya Memulai Bisnis Online, Kasus #2 Bisnis Afiliasi
Buat yang belum paham, bisnis afiliasi adalah bisnis dimana kita mendapatkan komisi dari penjualan yang berhasil kita lakukan. Jadi kita menjadi semacam freelance marketer gitu deh. Jualin barang orang dan kita akan dapat komisi jika sukses menjual barangnya.
Bisnis afiliasi di dunia maya (online) prinsipnya sama dengan bisnis afiliasi di dunia nyata (offline). Bedanya, besarnya komisi bisnis afiliasi di dunia online sangat bervariasi, mulai 5% sampai 100%. Koq bisa 100%? Ya bisa, namanya juga marketing, kita bisa menjual produk untuk mempromosikan produk yang lainnya
Contoh Mumet #2: Saya sudah gabung dengan banyak bisnis afiliasi di mana-mana, tapi barangnya tidak pernah laku atau sedikit sekali terjual.
Sebelum ngoceh jauh-jauh, sudah pasti kunci utamanya adalah FOKUS. Pilih salah satu bisnis afiliasi yang paling mungkin Anda kembangkan. Jangan hanya tergiur oleh besarnya komisi saja. Kalau nurut Anda barang tersebut susah dijual, mau dipaksain juga susah juga. Kalau sudah sukses, baru lirik-lirik yang lainnya.
Pertanyaan selanjutnya, barangnya mau Anda jual ke siapa? Ini juga penting, karena mempromosikan barang ke sembarang orang, baca: bukan calon pembeli potensial, hasilnya sudah pasti tidak optimal. Jadi, kenali calon pembelinya.
Bagaimana promosinya dan cara mencari calon pembeli potensial? Banyak banget, misalnya promosi pake PPC, promosi lewat blog/website dengan topik sejenis dengan barang yang dijual, atau melalui list building.
Apa sih asyiknya ikutan bisnis afiliasi. Contohnya, saya jual produk orang senilai $150 dengan komisi 40%. Ndak usah gedhe-gedhe dulu lah targetnya, sebulan bisa jual 1 aja sudah dapat komisi $60, sudah lumayan cukup buat bayar SPP sekolah adek saya di SMA 2 Jombang untuk 2 bulan
Seri: Susahnya Memulai Bisnis Online, Kasus #1 Paypal
Sesuai dengan judulnya, saya ingin melempar pertanyaan kepada semua orang yang sedang memulai bisnis online, kenapa mikirnya ribet-ribet amat sich? Oke, berhubung saya orangnya simple dan to the point, langsung saja kita bahas beberapa contoh kasus yang pernah saya hadapi. Buat yang merasa disebut dalam artikel ini, ndak usah marah ya, toh saya ndak nyebut nama, yang penting bisa jadi pelajaran bersama. Berhubung saya males nulis, contoh kasusnya dibuat berseri aja ya.
Contoh Ribet #1: Mau bikin paypal, pusing, tidak punya kartu kredit untuk verifikasi, tidak punya rekening bank pula untuk withdraw.
Oke, udah baca Ebook Paypal saya kan? Tidak punya kartu kredit ya bisa pakai VCC untuk verifikasi paypal. Cukup ketik VCC Murah di Google dan kalian bisa mendapatkan penjual VCC dengan harga murah. Tidak punya rekening tabungan ya tinggal datang ke bank dan buka tabungan saja.
Butuh berapa duit? Contoh aja ya, harga VCC sekitar 75ribu rupiah. Buka tabungan di Bank Mandiri (konvensional) atau BSM (Syariah) cukup dengan uang 5oribu saja (ya tambah 6ribu lah buat biaya materai). Jadi, kalian cukup keluar uang 125ribu rupiah untuk memecahkan masalah Paypalmu yang ribet itu. Ga usah pake pinjem kartu kredit kakak, ortu, de el el, malah bikin ribet di belakang aja. Kalo masih tidak punya duit juga? Makanya, belajarlah menabung dari sekarang
Adakah yang masih merasa ribet dengan urusan paypalnya? Silahkan tulis komentar di bawah ini, siapa tahu saya bisa bantu.
Semakin Produktif di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba, tinggal menghitung hari saja. Sudahkah kita semua bersiap menghadapi bulan yang penuh rahmat ini?
Banyak fenomena sosial yang menarik untuk diamati selama bulan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah penuhnya masjid di siang hari. Tak hanya untuk sholat Dhuhur saja, tapi sesudah itu tidur siang bersama.
Ya, sebagian umat Islam percaya bahwa tidur siang di bulan Ramadhan juga dinilai Ibadah berdasarkan hadits Nabi. Meskipun, jika kita mau meneliti kebenaran hadits-nya, kita akan menemukan mayoritas ulama menyatakan bahwa hadits terlebuh lemah (dhaif), dan sebagian lainnya malah menyatakan hadits tersebut adalah hadits palsu…
Bukan soal haditsnya yang saya persoalkan, akan tetapi semua kembali niat kita. Para sahabat Nabi memang mempunyai kebiasaan tidur siang bentar supaya malamnya bisa menunaikan sholat malam. Nah, tidur seperti inilah yang sangat dianjurkan. Jangan sampai tidur siangnya kebanyakan, namun malamnya juga tidur terus-terusan. Akhirnya, jadilah kita menjadi manusia yang pemalas dan tidak produktif di bulan Ramadhan.
Justru, buat saya pribadi, saya harus lebih menjadi semakin produktif di bulan Ramadhan. Saya semakin giat mencari nafkah untuk istri dan keluarga saya sesuai kewajiban saya selaku kepala rumah tangga. Dan semoga saya bisa tetap istiqomah untuk selalu berusaha menjadi manusia yang lebih baik, terutama dalam hal kualitas iman kepada Allah sang Maha Pencipta. Jujur, sebagai manusia biasa, kualitas iman saya sering naik dan turun. Saya berharap semoga bulan Ramadhan bisa menjadi momen yang baik untuk mewujudkan niat baik tersebut.
Berbicara soal target duniawi, target terdekat saya saat ini adalah memiliki rumah pribadi. Setelah menikah, hingga saat ini saya masih menghuni sebuah kontrakan kecil di daerah Kalibata. Tidak begitu besar, yang penting bersih, dan cukup untuk keluarga kecil kami. Salah satu doa kami di bulan Ramadhan selain segera diberikan keturunan adalah kami diberikan rejeki untuk dipermudah dan disegerakan mempunyai rumah pribadi. Dari mana saja sumber keuangannya? Salah satunya ya sudah pasti dari internet.